Menghantarkan Anak Disabilitas Ke Sekolah

2komentar

Bapak Camat cimahi Utara memberikan wejangan di acara penanganan anak dengan disabilitas di aula kecamatan cimahi utara
Cibabat ( SC ) Mendapatkan sebuah ilmu yang tak ternilai harganya untuk memaknai arti hidup dan suatu keadaan menjadi orang yang berharga di antara orang tua yang mempnyai anak disabilitas, Mereka seolah tak mempunyai beban dengan keadaan yang ada.

Kita tak bisa menyerahkan anak disabilitas sepenuhnya di bebankan kepada orang tua anak disabilitas, tetapi kita juga yang berada di lingkungannya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membantunya untuk kemandirian si anak.

Pembahasan lanjutan di pertemuan Pembukaan Pelatihan Penanganan Anak dengan Disabilitas di Aula Kecamatan Cimahi Utara lantai 3 Kota Cimahi (28/06/2013) acara ini terselenggara berkat RBM , Safety Children di bawah naungan Dinsos dengan  Narasumber berikutnya adalah Ibu Murtini yang beliau akrab di sapa Mamih Mur.
menghantarkannya ke sekolah


Beliau menjelaskan panjang lebar tentang  Sistem ekologi anak dengan disabilitas.

Sistem ekologi anak dengan disabilitas
konsep ekologi ADD di seminar penanganan anak disabilitas di kota cimahi

Istilah ekologi berasal dari ilmu biologi, merujuk kepada interelasi antara kehidupan organisme dengan lingkungan biologi dan fisik mereka.

Model ini menyarankan bahwa sifat dari transaksi antara orang dengan lingkungan  mereka adalah sumber keperluan manusia dan masalah sosial.

Tak bisa di pungkiri kita adalah mahluk sosial yang berada di suatu lingkup kehidupan yang komplek, masalah akan timbul bagi Anak disabilitas di dlama ruah itu sendiri, di sekitar rumah, di sekolah dan di tengah – tengah masyarakat.

Apa yang bisa dilakukan orang tua terhadap Anak disabilitas.

A. Mengajak anak ke luar rumah
  • Orang tua mendorong dan memfasilitasi anak untuk bergaul/berinteraksi dengan lingkungan ke luar rumah.Terutama untuk bergaul/bermain dengan teman sebaya anak . 
  • Untuk anak yang mengalami hambatan mobilitas ke luar rumah, orangtua dapat mengajak anak-anak di lingkungan tempat tinggal untuk bermain ke rumah.
  • Orang tua mengawasi dan memastikan anak dalam kondisi aman ketika bermain di luar rumah. Namun orangtua juga tidak boleh terlalu ‘sangat melindungi’ (over protective) yang menyebabkan anak tidak dapat mandiri.
 
B. Menyekolahkan anak
  • Upayakan anak bersekolah baik di sekolah luar biasa maupun di sekolah umum.
  • Bagi anak yang mengalami hambatan dalam bersekolah, anak dapat mengikuti pendidikan non formal.
  • Orangtua mengawasi dan memastikan anak dalam kondisi aman ketika berada di sekolah.
  • Melibatkan teman-teman sekolah sebagai pendamping sebaya anak.
  • Orangtua aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mengikuti perkembangan pendidikan anak.

C. Mengikutsertakan dalam kegiatan di luar rumah
  • Anak diperkenalkan tentang kegiatan lingkungan di sekitar rumah. 
  • Anak di ajak untuk ikut serta dalam kegiatan lingkungan sekitar rumah, misalnya anak ikut serta dalam kegiatan masyarakat seperti pengajian, perayaan hari besar keagamaan, atau perayaan tujuh belas Agustus.
  • Anak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan sesuai dengan minat dan bakatnya, misalnya : anak ikut kegiatan TPA, pramuka di sekolah.
 
D. Melakukan upaya perlindungan anak di luar rumah
  • Orangtua menjaga agar anak terhindar dari kekerasan dan eksploitasi anak secara fisik, emosional,  dan   seksual ekonomi.
  • Orangtua cepat bertindak dan memberikan pertolongan  ketika anak mengalami kondisi yang membahayakan di luar rumah.
  • Memberikan pengertian kepada lingkungan agar anak kita tidak dianggap pengganggu.

Dengan Program ini RBM bekerja sama dengan safety children menjadikan solusi untuk tumbuh kembangnya anak dengan disabilitas khususnya di Kota Cimahi.

Pengetahuan yang di miliki orang tua yang di salurkan oleh para terapi yang ahli dapat di terapkan di rumah untuk penanganan anak disabilitas.


Share this article :
Comments
2 Comments

+ komentar + 2 komentar

28 Juni 2013 15.51

Sebuah pelatihan yang luarbiasa berharga utk orangtua bagi anak-anak penyandang disability.

Seorang anak terlahir, bagaimanapun kondisinya tetap merupakan anugerah berharga bagi orangtuanya. dan memiliki potensi besar dalam dirinya sebagai manusia ciptaanNYa. anak penyandang disability bukan berarti tdk dpt berkembang dan berprestasi, ia dg keterbatasannya hanya butuh proses lebih utk mengembangkan potensi yg dimilikinya.

30 Juni 2013 11.07

Sangat setuju sekali..

Pelatihan ini terlaksana karena ikut campur tangan pemimpin di daerah Kota Cimahi Khususnya..

Semoga Orang tua - orang tua hebat itu yang di karuinai anak Disabilitas, di beri kemapuan lebih untuk membimbing,mengasuh dan menjadikannya mandiri bisa bersosialisasi dan hidup layak di tengah - tengah masyarakat

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved