Pernikahan Iwa dan Reni

0 komentar



berphoto bersama keluarga



Cibabat(SC),Pernikahan atau perkawinan dalam istilah syariah (fiqh) Islam adalah suatu akad (transaksi) yang menyebabkan menjadi halal atau legalnya hubungan seksual antara seorang laki-laki dan perempuan dengan memakai kata (bahasa Arab) inkah (أَنْكَحْتُكَ) atau tazwij (زَوّجْتُكَ) atau terjemahannya dalam bahasa setempat.

Dalam pengertian umum, pernikahan/perkawinan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dilaksanakan oleh calon mempelai pria dan wanita. dengan tujuan melegalkan hubungan dua lawan jenis yang akan hidup dalam satu atap baik legal secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.

Ada sebuah acara pernikahan yang sangat unik yaitu sebuah pernikahan islami yang tak lepas dari unsur adat budaya sunda, Seperti pernikahan yang berada di seputar cimahi tepatnya di Kp. Citaman RT.03 RW 16 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara.Yaitu pernikahan Iwa Efendi Dan Reni Anggraeni.

Berawal dari keberangkatan Calon pengantin pria , Sebuah adat sunda jika seseorang pengantin pria akan menikah , saudara-saudaran dan tetangganya akan mengantarnya , orang sunda menyebutnya seserahan .

Seserahan biasanya si pengantin pria membawa perlengkapan untuk si calon pengantin wanita. Seserahan yang wajib diberikan adalah pakaian bagi wanita mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pakaian ini bisa disimbolkan dengan kebaya beserta kain bawahan yang merupakan simbolisasi dari pihak pria sebagai bentuk tanggung jawab kepada pihak keluarga wanita.Bahkan bagi golongan tertentu ada yang membawa kasur, lemari bahkan TV.

Begitu juga dengan Calon pengantin Iwa Efendi ini.Para saudara dan tetangganya sibuk mengemas barang-barang untuk seserahan
di angkut di mobil

Ada sebuah Pribahasa sunda “ Ngaleut ngeungkeuy ngabandaleut ngemat – ngemat nyatang pinang” .yaitu iring – iringan melewati lembah dan bukit. Dengan berkembangnya jaman pribahasa itu mungkin kurang mengena karena dulunya seserahan itu dengan jalan kaki sekarang memakai kendaraan seperti kendaraan bermotor, mobil. Jalan- jalan beraspal sudah merata ke pelosok desa.

sudah beraspal


Panorama yang asri di perkampungan dulunya hanya tangga-tangga kecil sekarang dengan kemajuan kota khususnya kota cimahi, sekarang jalannya sudah di aspal.

di dampingi ustadz dan orang tuanya
Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya calon pengantin sampai di tempat tujuan,Suasana meriah tatkala para Calon pengantin pria datang di sambut dengan Grup Marawis
penyambutan kedatangan calon pengantin pria


Suasana yang sangat kental antara budaya sunda dengan tidak bertentangan dengan norma agama.

perpaduan adat sunda dan islam

Di suasana kekhusuan dan kemeriahan ternyata ada juga anggota dari group marawis tersebut yang berpose saat di potret oleh team readsi yang semua angotanya terdiri dari beberapa pemuda bahkan anggotanya ada yang masih kecil.

pose group marawis


Iring-iringan dari calon pengantin pria nampak jelas sambil membawa barang-barang seserahan.

yang di sertai oleh keluarganya


Tua dan muda sanak saudara dan tetangganya mengantarkan calon pengantin pria ke tempat tujuan.

mengiringi calon pengantin pria


Yang unik dari pernikahan Iwa Efendi dan Reni anggraeni ini adalah si pengantin pria di arahkan ke mesjid yaitu tujuan utamanya adalah di nikahkannya di mesjid, berbeda dengan adat sunda lainya yang di sambut oleh ki lengser. Setelah pengantin pria datang Calon mertua mengalungkan karangan bunga kepada calon pengantin pria.

suatu adat sunda di terimanya calon pengantin pria


Setelah semuanya duduk pembawa acara membacakan susunan acara di antara asalah satu acaranya adalah penyerahan dari pihak calon pengantin pria yang di wakili seorang sesepuh atau ustadz kepada pribumi.

menyerahkan calon pengantin pria untuk di nikahkan

Acara berlanjut dengan penerimaan calon pengantin pria oleh pribumi, suasana khusu hadirin mendengarkan apa yang di sampaikan sesepuh dari pribumi yang kebetulan salah satu ustadz dri mesjid Darusallam.

mendengarkan ustadz menyampaikan ceramah


Acara demi acara berlangsung sampai pulalah di acara inti yatiu ijab kabul pernikahan.Suatu yang menarik perhatian team redaksi si calon pengantin wanita menunggu di ruangan terpisah.

di langsungkan secara khidmat

Setelah ijab kabul di langsungkan di lanjutkan Pengesahan secara hukum suatu pernikahan yaitu dokumentasi dari Kepala Urusan Agama secara tertulis dan penanda tanganan dokumen

tanda tangan dokumentasi

Setelah semuanya yang bersangkutan dengan pernikahan sesuai syariat di langsungkan dengan simbolis seserahan oleh kedua ibu mempelai.

adat sunda yang islami

Suasana bahagia menyelimuti hati pengantin wanita reni anggraeni, berphoto bersama adiknya sambil memegang simblis barang-barang seserahan
barang - barang seserahan

Berlanjut dengan sungkeman kedua mempelai meminta do’a dan restu kepada kedua orang tuanya.

memninta doa kepada orang tua

Teriring do’a semoga pernikahan pernikahan yang sakinah mawadah warohmah kepada pengantin Iwa Efendi dan reni Angraeni.

acara pernikahan adat sunda yang islami

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved