Kota Cimahi Salah Satu Jalur Mudik Kendaraan bermotor

0 komentar



Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dan beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh. Fenomena mudik yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik dan tidak ditemukan di negara lain terutama jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.

Mudik merupakan agenda akhir tahunan yang merupakan momentum untuk melakukan tradisi pulang kampung .Mudik sudah menjadi fenomena sosial dan merupakan bagian warisan sosio-kultural ketika pada saat menjelang lebaran, hal tersebut bisa kita lihat di berbagai tempat antrian Di stasion, Bandara dan trevel bahkan yang sekarang lagi trend mudik menggunakan kendaraan bermotor.
 
Pemudik Menggunakan Kendaraan Bermotor
Kota Cimahi merupakan salah satu jalur mudik jalur selatan khususnya mudik yang menggunakan kendaraan bermotor. “ Pemudik yang paling tinggi menurut pantauan kami terjadi pada hari jum’at kemarin dari pagi sampai sore, tapi mungkin terakhir besok sore satu hari sebelum hari H “ Ujar Edi salah satu petugas DLJAJ Kota Cimahi yang memantau arus mudik yang melintasi Alun - Alun  Kota Cimahi.

Untuk membantu pemudik Kepolisian Kota Cimahi menyerahkan dua pertiga dari seluruh kekuatan dan sampai saat ini tidak ada kecelakaan sedikit pun yang di alami pemudik , “ Ujar Petugas polisi C. Supriyatna yang di temui seputar cimahi (5/8),pagi


Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu.Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Dengan mudik, menurut sosiolog Emile Durkheim (1859-1917) disebut dengan solidaritas organik. Mudik bisa menjadi salah satu jalan melanggengkan solidaritas organik itu ketika masyarakat sebelum dan sesudah hari raya kadang sibuk dengan urusan masing-masing yang bisa saling melupakan silaturrahmi antar sesama.

Momen seperti ini jarang kemudian terjalin di tengah kesibukan dan aktivitas diri masing-masing apalagi yang hidup di masyarakat perkotaan. Selain itu dengan melakukan mudik dalam tinjauan sosiologis, ada sebuah ciri nilai sosial yang kemudian kembali terjalin terhadap sesama keluarga, tetangga, maupun sahabat. Ciri nilai sosial tersebut kemudian di representasikan sebagai saling memotivasi diri, saling memberikan sugesti, di jadikan sebagai ajang sharing baik permasalahan yang bersifat pribadi maupun yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved