Kang Deden, "Ngarti tur Ngabdi, Nyaah tur Amanah"

0 komentar



Deden Setiawan, pria ‘pituin’ (asli) sunda ini lebih familiar dipanggil Kang Deden, dilahirkan di Kota Bandung, 5 Juli 1974. Anak ke-2 dari 4 bersaudara pasangan Atik Sutaryana (alm) dan Yuyun Maryani ini dari kecil mempunyai hobby berorganisasi, tak heran semasa kecil seringkali oleh teman-teman sebayanya didaulat jadi pemimpin, ‘bakat’ berorganisasi ‘diturunkan’ dari ayahandanya yang terkenal sebagai tokoh masyarakat, seorang da’i , pimpinan ormas keagamaan dan mantan pengurus sebuah parpol di masa orde baru.


Pria yang senantiasa ‘on time’ ini, menempuh pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi di kota Bandung. Karena terbiasa disiplin, sampai-sampai ketika SD, pergi ke sekolah pagi-pagi sekali ketika pintu gerbang sekolah masih terkunci. Kang Deden punya prinsif “Lebih baik menunggu daripada ditunggu, lebih baik datang lebih awal daripada terlambat !” Pernah suatu ketika harus datang terlambat ke tempat kuliah, bukan main malunya! Ujarnya saat di temui wartawan sepurtarcimahi di rumahnya.

Kedisiplinan dan kegemarannya berorganisasi, menempatkan beliau aktif di beberapa organisasi. Ketika di bangku SMA, tepatnya di SMA Pasundan 3 Kota Bandung tahun 1990-1993, beliau aktif menjadi Pengurus OSIS, Pramuka dan didaulat menjadi Wakil Pradana, Pecinta Alam (PA) dan Bimbingan Mental Islam (BINTALIS) semacam ROHIS lah kalau sekarang, beliau menjadi ketua ROHIS. 

Masa kuliah di IAIN Sunan Gunung Djati, beliau pernah aktif menjadi anggota di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) korkom IAIN SGD tahun 1994, Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah & Kebudayaan Islam tahun 1996, Ketua Umum ‘Al-Fataa’ IAIN SGD (Organisasi kampus non formal), bergerak dalam kajian-kajian kontemporer, khususnya mengkritisi kebijakan kampus serta aktif di kajian-kajian kemahasiswaan eksternal kampus. 

Aktif dalam diskusi eksternal kampus diantaranya, Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) gabungan mahasiswa dan aktivis sosialis, tahun 1996 yang konsen di advokasi pembebasan tanah rakyat serta hak-hak kaum marjinal, Forum Dialog Mahasiswa Islam Bandung (FODMIB), Forum Studi Islam (FOSI) Masjid Istiqamah Kota Bandung. 

Aktif diluar kampus, membawa Kang Deden banyak bersinggungan dengan aktivis mahasiswa kampus Bandung Raya dari berbagai ‘aliran’. Hingga… Pada akhirnya bersinggungan dengan aktivis mahasiswa ‘tarbiyah’. Lepas dahaga dari ‘kekeringan’ ruhiyah selama ini, di tahun 1997 akhirnya beliau masuk dalam ‘lingkaran tarbiyah’ dan berkecimpung dalam organisasi serta yayasan yang dikelola aktivis ‘tarbiyah’ diantaranya Yayasan Al-Madinah (kegiatan sosial dan penerbitan bulletin dakwah). 

Menikah di awal tahun 1998, tanggal 11 bulan Januari yang bertepatan dengan bulan ramadhan, menjadi berkah tersendiri bagi suami dari Aisyah Suryati ini. Karena di masa-masa itu awal dari tonggak perjuangan reformasi yakni lahirnya Partai Keadilan (PK) dari rahim ‘tarbiyah’. Di tahun itulah akhirnya Kang Deden berkecimpung dalam politik praktis dengan aktif mengkampanyekan sebuah partai yang didambakannya selama ini yaitu partai Islam, Partai Keadilan (PK), sebelum lahir PK, Kang Deden pernah aktif juga di politik praktis di tahun 1995-1996 sebagai pengurus Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), bentukan DR Sri Bintang Pamungkas, partai ‘bawah tanah’ karena belum masuk sebagai kontestan parpol resmi. Tahun 1999, di awal Pemilu era Reformasi, Kang Deden diamanahi menjadi ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, setelah mengalahkan kompetitor dari parpol lain, karena saat itu kepanitiaan pemilu dari tingkat PPS hingga KPU diserahkan kepada parpol. 

Peluang tersebut dimanfaatkan Kang Deden untuk aktif mempererjuangkan pemilu yang jujur dan adil, disamping mengawal suara PK, dan Alhamdulillah raihan suara PK cukup menggembirakan, sebagai parpol yang baru lahir. 

Pria yang tak pernah pilih-pilih kerjaan ini, pernah berprofesi sebagai guru honorer, penjaga masjid, cleaning service, loper Koran dan Kepala Personalia. Baginya kerja adalah ibadah, apapun pekerjaan hakikatnya untuk beribadah kepada Allah SWT, tak ada istilah gengsi apalagi rendah diri, semua dijalani dengan rasa tanggungjawab, amanah dan penuh keikhlasan. 

Kang Deden sebagai sosok yang nyunda, sangat konsen dan peduli dengan nilai-nilai seni tradisi leluhur sunda, beliau berusaha ‘ngamumule’ seni sunda dengan berkecimpung langsung dengan seniman budayawan sunda dan mendirikan sebuah Padepokan Seni Budaya Sunda ‘BODAS PEKA’ yang hingga sering mementaskan seni tradisi, diantaranya: Wayang Golek, Calung dll. 

Dari pengalaman hidupnya tersebut, Kang Deden banyak mengambil hikmah, bahwa hidup bermasyarakat tak boleh ‘pipilih’ dengan siapapun bergaul, “Hormat kanu saluhureun, nyaah kanu sahandapeun, silih pikanyaah ka papada manusa.” Jelasnya lagi. 

Kang Deden berusaha untuk senantiasa keberadaannya bermanfaat bagi lingkungan dan sesama, hingga kini tak segan untuk turun langsung membantu masyarakat yang tengah membutuhkan bantuan, baik moril maupun materil. “Peupeuriheun ku harta teu tiasa, nya ku tanagi nu utami.” (memberikan bantuan dengan harta tidak bisa, ya pakai tenaga yang utama –red). Tandasnya.

Kini pria yang gemar berorganisasi tersebut, aktif memimpin sebuah organisasi massa tingkat Jawa Barat, BODAS PEKA (Barisan Ormas dan Simpatisan Pecinta Keadilan). Melalui BODAS PEKA, Kang Deden manifestasikan perjuangannya yang menjadi cita-cita dan harapannya selama ini, “Bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat!”. Untuk memaksimalkan langkah juang yang tengah dibangun selama ini, Kang Deden siap berjuang lewat jalur parlemen dengan menjadi anggota legislatif. 

Kang Deden diamanahi dan ditunjuk oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi maju sebagai caleg PKS untuk DPRD Kota Cimahi, dari daerah pemilihan Cimahi 5 yang meliputi kelurahan Cipageran, Citeureup, Cibabat dan Pasirkaliki dengan nomor urut 8.
Mohon do’a dan dukungannya untuk mencoblos Kang Deden, pada hari Rabu, 9 April 2014. “Insyaa Allah… Mangpaat kangge wargi-wargi sadaya!”  (tim-ses)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved