PENGAJUAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)

0 komentar

Persiapan pengajuan kredit
Pengajuan Kredit Usaha Rakyat ( KUR )
Saat ini pemerintah sedang menggalakkan kredit ini untuk mendukung UKM agar sektor riil dapat berkembang dengan baik, berikut adalah list bank penyalur KUR, yaitu:
  1. Bank Tabungan Negara (BTN)
  2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  3. Bank Mandiri (BMRI)
  4. Bank Negara Indonesia (BNI)
  5. Bank Bukopin
  6. Bank Syariah Mandiri (BSM)
  7. Bank Daerah (BJB dll)
Jika  berminat untuk mengajukan KUR, maka kita bisa lakukan langkah dibawah ini:
  1. UMKM dan Koperasi yang membutuhkan Kredit dapat menghubungi Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana terdekat.
  2. Memenuhi persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Bank Pelaksana.
  3. Mengajukan surat permohonan kredit/ pembiayaan
  4. Bank Pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan
  5. Bank Pelaksana berwenang memberikan pesetujuan atau menolak permohonan kredit.
Adapun syarat dan ketentuan sebagai berikut:
  1. Usaha yang dibiayai adalah usaha produktif sektor perindustrian, perdagangan dan jasa, kredit konstruksi perumahan.
  2. Media Penyalur KUR, memanfaatkan kredit eksisting yaitu: Kredit Vasa Griya (modal kerja konstruksi), Kredit Pendukung Perumahan, Kredit Modal Kerja, Kredit modal kerja Kontraktor, Kredit Investasi, Kredit Pemilikan Ruko/Kios dan lainnya
Plafond Kredit:
  1. Maksimal kredit sebesar Rp. 500.000.000,-
  2. Kredit Investasi sebesar maksimal 70% dari total biaya investasi.
  3. Kredit modal kerja sebesar maksimal 80% dari modal kerja yang dibutuhkan. 
Tingkat Suku Bunga saat ini ada di 13,00% - 14% effective rate (adjustable) *suku bunga biasanya akan berubah tidak flat

Persyaratan mengajukan Kredit 

Debitur Perorangan mengajukan surat permohonan KUR dengan melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut:   
  1. KTP dan KK 
  2. Surat Nikah, bila telah nikah  
  3. Perizinan usaha (surat izin dari Dinas Pasar bila usaha di pasar, surat keterangan minimal Ketua RT/RW untuk lokasi dilingkungan pemukiman dan sejenisnya). 
  4. Legalitas tempat usaha, bila ada, misalnya bukti hak atas tanah, perjanjian sewa, atau lainnya. 
  5. Rincian peruntukkan kredit 
  6.  Agunan, jika ada di syaratkan bank. 
Untuk Usaha Kecil dan Menengah (Badan Usaha) mengajukan surat permohonan yang dilampiri dokumen pendukung sebagai berikut:
  1. Akte Pendirian Perusahaan sampai dengan perubahan terakhir bisa juga berupa CV
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. SIUP, TDP, dan sejenisnya atau sekurang-kurangnya memenuhi kriteria perijinan usaha mikro.
  4. Legalitas tempat usaha, bila ada, misalnya bukti hak atas tanah, perjanjian sewa, atau lainnya.
  5. Laporan keuangan terakhir biasanya 3 bulan terakhir transaksi rek bank/minimal catatan keuangan usaha sebagaimana persyaratan untuk perorangan
  6. Rincian peruntukkan kredit
  7.   Agunan, jika ada disyaratkan bank.

Mekanisme pengajuan kredit:

Permohonan yang memenuhi persyaratan dapat menghubungi seluruh Kantor Cabang Bank pemerintah di Indonesia.

  1. Bank akan melakukan analisa kelayakan atas permohonan kredit sesuai ketentuan.
  2. Pemohon dikenakan biaya pemrosesan dan harus dibayar sekaligus dan seketika pada saat ditagih oleh Bank yaitu:*Biaya Provisi*Biaya Notaris/PPAT/Legal Fee*Biaya lainnya, jika ada dipersyaratkan bank.

*Sumber : IEC ( Ikatan Entreprneur Cimahi) dan dari berbagai sumber perbankan

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved