Terapi Bagi Anak Dengan Disabilitas

0 komentar


Anak Penyandang disabilitas tidak seharusnya menjadi tanggung jawab sepenuhnya Orang Tua Anak dengan Disabilitas.Dikucilkan atau terkucilkan. Itulah fenomena bagi penyandang disabilitas di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Fenomena penyembunyian anak disabilitas, harus segera disikapi oleh semua elemen masyarakat. Sebab hak untuk mendapatkan kehidupan secara normal harus didapatkan anak disabilitas.

Selama ini, para penyandang disabilitas terutama anak-anak, menjadi sebuah populasi yang tersembunyi (population hidden) karena sebagian besar keluarga takut dan malu memiliki anak penyandang disabilitas.

Image kuat pada keluarga Anak dengan Disabilitas adalah Terapi,peran serta masyarakat atau lingkungan dalam melakukan terapi sangatlah menentukan.

Berikut Apa dan bagaimana terapi tersebut:

Fisioterapi

Menurut Kementrian Kesehatan Indonesia,Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang di wujudkan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan,memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik , agen Fisik ,mekanisme gerak , dan komunikasi. Fisioterapi berperan dalam mengembalikan fungsi gerak motorik akibat adanya gangguan padaotot maupun rangka tubuh.

Fisioterapi juga dapat diberikan pada anak yang mengalami gangguan pada syaraf seerti kelainan yang menyebabkan pola salah jalan atau otot lemah, penderita yang mengalami gangguan saraf tepi,radang selaput otak,sumbatan saluran di otak dan lainnya.

Terapi Wicara

Terapi Wicara adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai komunikasi bicara dengan lebih baik. Terapi ini bisa diberikan kepada :

  • Anak yang mengalami keterlambatan bicara ( speech delay ). Ini meupakan salah satu hambatan tumbuh kembang yang paling umum dialami anak,dimana seorang anak masih belum mencapai kemampuan bicara yang semestinya sudah di kuasai pada usia tertentu. Untuk mengetahui penyebabnya harus melalui proses-proses ‘screening ‘ 
  • Anak-anak dan orang dewasa yang baru selesai menjalani operasi celah bibir (cleft lip/sumbing) dan celah langit-langit ( cleft palate ). Dengan perubahan anatomi sistem bicara ,sangat penting untuk menjalani terapi wicara guna mendapatkan hasil yang optimal dari operasi tersebut. 
  • Anak-anak dengan hambatan tumbuh kembang khusus (autisma,down syndrome,tuna rungu, cerebral palsy). 
  • Anak-anak/orang dewasa yang mengalami gangguan bicara lainnya: gagap ( sttutering ),cadel, dan lain-lain 
  • Pasien stroke terkadang kehilangan kemampuan bicara , dan terapi wicara bisa membantu pasien melatih kemmapuan bicaranya lagi.

Terapi Okupasi

Terapi Okupasi adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai keterampilan motorik halus dengan lebih baik. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan seseorang umtuk melakukan sesuatu dengan otot-otot kecil yang ada di dalam tangan.


Contoh kemampuan motorik halus :
  1. Menulis dan menggambar
  2. Mewarnai
  3. Menggunting dan menempel
  4. Mengikat tali sepatu
  5. Melipat
Terapi Okupasi di butuhkan oleh
  • Anak-anak yang mengalami keterlambatan keterampilan motorik halus . Ini merupakan salah satu hambatan tumbuh kembang yang bisa dialami anakn secara umum.
  • Anak-anak dengan hambatan tumbuh kembang khusus (autisma,down syndrome, cerebral palsy )
  • Pasien stroke terkadang kehilangan kemampuan motorik halus, dan terapi okupasi bisa membantu pasien melatih tangannya lagi.
Sumber :
RBM ( Rehabilitasi Berbasis Masyarakat ), Save The Children , IKEA, Dinsos Kota Cimahi
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved