Sudut pandang lain dalam menghapal Al-Quran

0 komentar


Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu serta pembeda (antara kebenaran dan kebathilan)………
(QS.Al-Baqarah:185).

Kejayaan umat terdahulu adalah dari pengamalan mereka terhadap nilai-nilai Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dibaca, namun lebih dari itu mereka merenungi maknanya untuk kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya hal ini juga dapat diterapkan oleh kaum muslimin dewasa ini. Sebab Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi, yang berisikan tema-tema terbaik dalam masalah pendidikan umat, peradaban dan akhlak mulia. Bangsa Arab waktu itu benar-benar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dalam arti disamping mereka melantunkan Al-Qur’an dengan penjiwaan juga mereka terapkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka, sehingga mereka menjadi bangsa yang beradab meskipun awalnya mereka adalah komunitas barbar.

Terkait dengan hal ini, Rasulullah Saw bersabda :

مثل المؤمن الذي يقرأ القرأن كمثل الاتروج  طعمه حلو  وريحه طيب.)رواه مسلم(
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an itu seperti jeruk manis, rasanya manis dan baunya harum.” (HR Muslim)



Sudut pandang lain dalam menghapal Al-Quran

1. Hafal dengan tidak harus hafal. Tapi nikmati saat sebuah ayat atau tema quran menyerap dan berchemistry dengan kita.

2. Tidak tergesa-gesa tapi bersegera. Nikmati saat ayat-ayat & kandungannya mengalir dalam alam pikiran kita.

3. Bukan untuk khatam tapi untuk setia. Bukan berpikir selesai dan tuntas kemudian kita tinggalkan. Tapi kita membutuhkan dan merindukan.

4. Senang dirindukan ayat. Ketika sulit dalam sebuah ayat maka itulah tandanya ayat ini ingin bercengkrama lebih lama.

5. Menghafal sesuap-sesuap. Tidak perlu kita makan dengan sendok teh atau sendok tembok. Cukup dengan sendok yg suapannya pas.

6. Fokus pada perbedaan abaikan persamaan. Temukan ayat yang sama untuk dihafalkan sehingga tinggal kita hapalkan ayat sebelum & sesudahnya.

7. Utamakan durasi. Menikmati maka berdampak pada durasi bukan banyaknya ayat.

8. Pastikan ayatnya bertajwid. Bacaan jangan salah, karena itu akan menempel & sulit diperbaiki.
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Modfy Website | Adi Hermansyah | Abah Aong
Copyright © 2013. Seputar Cimahi - All Rights Reserved